RANGKUMAN BUKU SISTEM PAKAR

BAB 3
METODE INFERENSI
3.1. Pengantar
Bab ini akan
mendiskusikan berbagai macam metode penalaran atau inferensi. Sistem
pakar secaraumum digunakan bila suatu algoritma tidak cukup atau tidak ada
algoritma yang ada solusinya dan hanya penalaran yang memungkinkan untuk solusi
tersebut.
3.2. Tree (Pohon) Dan Graph
Tree adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari
node (simpul) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang yang
menghubung node. Tree merupakan kasus yang khusus dari matematika yang disebut graph.
3.3. Pohon And-Or Dan Tujuan
Banyak tipe sistem pakar menggunakan runut balik
(backward chaining) untuk mendapatkan solusi dari permasalahan. Salah satu tipe
dari tree yang digunkan dalam masalah representas runut balik ini adalah and-or
tree.
3.4. Penalaran Deduktif Dan Silogisme
Jika untuk memperoleh inferensi tertentu dengan
menggunakan premis umum (kebenaran umum dianggap benar) maka proses ini disebut
penalaran deduktif. Penalaran ini merupakan salah satu metode yang sering
digunkana untuk menentukan suatu inferensi yang telah digunakan sejak dahulu
untuk menentukan kevalidan (kebenaran) dari suatu argument.
3.5. Kaidah Dari Inferensi
Walaupun diagram venn merupakan suatu prosedur
keputusan untuk silogisme, tetapi sangat merepotkan bila diterapkan untuk
argument yang lebih kompleks karena dengan diagram ini agak ebih sukar untuk
membacanya. Namun hal tersebut merupakan permasalahan dasar dari silogisme
karena pengamatannya/penggunaannya hanya pada porsi kecil dari pernyataan
logika yang mungkin.
3.6. Forward Chaining Dan Backward Chaining
(Forward chaining)
Keterangan :
Warna putih : Fakta yang diberikan
Warna biru : Kesimpulan fakta
Warna kuning : Kaidah yang bias digunakan
Forward chaining disebut juga penalaran dari bawah ke atas
karena penalaran dari evidence (fakta) pada level bawah menuju konklusi pada
level atas didasarkan pada fakta.
(Backward chaining)
Back chaining adalah proses kebalikan dari forward
chaining.
3.7. Inferensi Fuzzy
Logika fuzzy merupakan generalisasi dari logika klasik
yang hanya memiliki dua nilai keanggotaan, yaitu 0 dan 1. Dalam logika fuzzy,
nilai kebenaran suatu pernyataan berkisar dari sepenuhnya benar sampai dengan
sepenuhnya salah. Dengan teori fuzzy, suatu objek dapat menjadi anggota dari banyak
himpunan dengan derajat keanggotaan yang berbeda dalam masing-masing himpunan.
BAB 4
PENALARAN DENGAN UNCERTAINTY
4.1. Ketidakpastian (Uncertainty)
Ketidakpastian dapat dianggap sebagai suatu kekurangan
informasi yag memadai untuk satu keputusan. Ketidakpastian merupakan suatu
permasalahan karena mungkin menghalangi kita dalam membuat suatu keputusan yang
tebaik bahkan mungkin dapat menghasilkan suatu keputusan yang buruk.
Banyak kemungkinan dan ketidakpastian menyertai dalam
masalah dan solusinya. Ada beberapa sumber dari ketidakpastian, diantaranya :
a.
Masalah.
Beberapa masalh meliputi faktor-faktor yang o;eh sifat mererka, tidak pasti
atau acak.
b.
Data.
Angka-angka dan nilai-nilai dapat tidak tepat, ditebak atau tidak diketahui.
c.
Pakar.
Teknik-teknik perolehan pengetahuan dirancang untuk mengatasi ketidakpastian
yang disebabkan oleh hal ini.
d.
Solusi.
Ketidakpastian berhubungan dengan sesatu yang tidak diyakini dan ketakpastian
berhubungan dengan seseatu yang nilainya tidak diketahui secara akurat.
4.2. Kesalahan Dan Induksi
Proses induksi merupakan lawan dari deduksi. Dedukasi
merupakan hasil dari hal umum ke khusus. Berarti induksi mencoba untuk
menggeneralisasikan dari hal khusus ke umum. Kesalahan induktif dan deduktif
adalah penalaran. Tipe kesalahan ini mendorong kea rah formulasi yang salah
dari kaidah-kaidah.
4.3. Peluang (Probabilitas)
Probabilitas merupakan suatu cara kuantitatif yang
berhubungan dengan ketidakpastian yang telah ada sejak abad ke 17. Teori
probabilitas klasik pertama kali diperkenalkan oleh Pascal dan Fermat pada
tahun 1654. Kemudian banyak kerja yang telah dilakukan untuk mengerjakan
probabilitas dan ada beberapa cabang
dari probabilitas yang dikembangkan.
Daftar Pustaka
Muhammad Arhami. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Penerbit Andi. Yogyakarta 

Komentar
Posting Komentar